Taman Lampion Kudus, Tempatnya Wisata Malam Di Kota Kudus

Opo Kek Blog – Seringkali kesel kalau ada temen yang suka nyinyir dengan tempat wisata yang ada di kota sendiri. Di Kudus, setiap kali ngajak temen wisata di darah sendiri, mereka selalu bilang bahwa kudus itu cuma gitu-gitu aja. Nggak punya tempat wisata. Hey anak muda, jangan salah, kalau kalian mau buka mata, hati dan fikiran, pasti bakal tahu jika Kudus punya banyak tempat wisata yang bisa kamu kunjungi. Kuliner, ada. Wisata alam, ada juga. Wisata sejarah, ada juga. Wisata religi, hah bukan lagi, ada juga kok. Percayalah bahwa Kudus punya tempat wisata yang bisa dijadiakan sebagai tujuan wisatamu.

Pohon Hias

Baru-baru ini kudus membangun taman wisata yang cukup unik dan menarik untuk dikunjungi. Wisata malam berupa Taman Lampion yang penuh dengan kerlap kerlip lampu hias yang ditata apik sehingga menarik perhatian para pengunjung. Cukup murah, hanya Rp. 3.000,- rupiah saja, kita sudah bisa memasuki Taman Lampion Kudus. Lokasi Taman Lampion itu sendiri berada di dalam area Taman Krida Wisata. Terletak di Jalan Gor, Wergu Wetan, Kudus. Tepat di depan Stadion Sepak Bola GOR Kudus.

Dahulu, Taman Krida Wisata seringkali dijadikan sebagai tempat berwisata anak-anak SD maupun TK. Masih teringat dengan jelas masa kecil dulu saat ke Taman Krida Wisata, yang mana terdapat beberapa satwa dan mainan outdoor yang bisa dipakai. Selain itu paling suka dengan patung-patung binatang yang terbuat dari semen. Ada jerapah, gajah, badak dan masih banyak yang lainnya. Sebenarnya Taman Krida Wisata sudah berbenah dengan ditambahkannya mini waterboom untuk anak-anak beberapa tahun lalu semenjak keberadaannya semakin ditinggalkan oleh para pengunjung. Mungkin dengan dibangunnya mini waterboom bisa menambah ketertarikan pengunjung, namun pada kenyataannya itu tidak berlangsung lama. Keadaan waterboom mini sekarang ini cukup miris, bahkan tidak bisa dipakai lagi. Entah kurangnya pengelolaan atau memang kurang menarik perhatian para pengunjung saat dibangunnya mini waterboom. Kini Pemda Kudus mulai berbenah untuk menarik perhatian pengunjung di Taman Krida Wisata. Salah satu gebrakan yang dicanangkan oleh Pemda Kudus yakni dengan ditambahkannya Taman Lampion sebagai objek yang menarik di dalam Taman Krida Wisata. Taman Lampion sendiri mulai dibuka sekitar bulan Januari lalu. Namun Taman Lampion di Kudus tidak buka setiap hari. Hanya pada weekend saja yakni setiap jum’at malam hingga minggu malam. Jadi jika ingin ke sana jangan pas weekday ya, biar nggak balik kayak temen-temen yang lain.

Beberapa waktu lalu saya mencoba ke Taman Lampion Kudus untuk membuktikan bahwa kudus punya wisata malam yang cukup menarik untuk dikunjungi. Masuk melalui gerbang Taman Krida Wisata dan berjalan menuju Taman Lampion. Dari luar sudah terlihat kerlap-kerlip lampu hias yang membuat penasaran pengunjung. Alunan musik dangdut dari pengeras suara seakan menambah riuhnya Taman Lampion malam itu. Namun hal ini malah membuat saya agak berisik karena terlalu keras suara yang ditimbulkannya. Memasuki gerbang Taman Lampion, saya disuguhi miniatur angsa putih yang menyala. Kesan pertama memasuki Taman Lampion adalah : ramai dan kerlap-kerlip lampu terhias dengan indah. Kaki ini Kembali melangkah menuju tengah area taman . Terdapat pohon yang mirip dengan palem namun terbuat dari besi dengan penuh hiasan lampu yang berwarna-warni. Ujung pohon terdapat lampu jatuh yang bergantian warnanya. Seakan terlihat berkejaran dengan lampu lainnya. Sebelah kirinya terdapat miniatur pokemon jenis Bulbasaur berwarna hijau menyala dan rusa putih menyala. Pohon-pohon hidup yang tumbuh di dalam taman ini pun tak luput dari hiasan lampu yang berbentuk daun dengan warna putih dan orange.

Dari jauh, saya tertarik dengan kereta kencana lengkap dengan kuda putih yang menyala. Ini salah satu miniatur yang menjadi favorit para pengunjung untuk berswafoto. Pohon-pohon lampu hias berwarna-warni mengisi ruang bagian timur Taman Lampion ini. Di Taman Lampion Kudus, selain ada angsa dan pokemon, juga terdapat donald duck, doraemon, pinguin dan masih ada beberapa miniatur lainnya yang terbuat dari acrilic. Kurangnya penerangan di sini membuat lampu-lampu hias menyala dengan terang dan mencolok. Taman Lampion Kudus dimanfaatkan oleh muda-mudi untuk berswafoto. Saya yang hanya duduk manis, mengamati polah mereka yang lucu dan unik dengan beberapa pose yang mereka buat. Sesekali tersipu malu saat mereka sadar bahwa saya telah memperhatikannya. Kemudian mereka berpindah tempat yang lebih aman untuk berpose sesuka hatinya. Dari sekian banyak pengunjung ada yang memilih pakai kamera dari gawai mereka, ada juga yang menggunakan kamera DSLR demi mendapatkan foto yang maksimal.

Keberadaan Taman Lampion di Kudus menambah daftar tempat wisata baru yang menarik untuk dikujungi. Harapannya semoga tetap terjaga kebersihannya dan ketertiban di lokasi taman. Selain itu tidak hanya ramai sejenak saja seperti yang sudah-sudah. Yuk ke Taman Lampion di Kudus…

 

Advertisements

60 thoughts on “Taman Lampion Kudus, Tempatnya Wisata Malam Di Kota Kudus

  1. Hujan baru selesai, terus main ke taman lampion. Oh, betapa romantisnya. Saya setuju, lampion memang bisa menjual banget dalam khasanah wisata malam. Kesan gelap dan suram serta menyeramkan dari malam sehabis hujan bisa musnah dengan cahaya unik dari lampion. Ada pokemon dan Patronus juga, haha. Kerenlah. Cocok dijadikan lokasi bagi yang sedang mencari ganti dari gambar profil di media sosial, hehe. Makin lengkap saja Kudus dengan wisata kekiniannya…

    Liked by 1 person

  2. Hampir mirip kayak lampion di kaliurang mas, tapi disana masih kalah menarik dibandingkan dengan yang di kudus ( sepertinya ) Selain disana, taman lampion juga ada di monjali mas :D. Jadi ingat lirik lagu “Di bangku taman aku menunggu hingga kau selesai berdandan πŸ˜€ “

    Liked by 1 person

    • Iyakah? Saya malah belum pernah ke Taman Lampion yang di Kaliurang ataupun Monjali. Waaaah, kapan-kapan harus cobain ke sana ya biar tahu perbedaan sensasi antara Taman Lampion di Kudus dan di sana.

      Like

  3. Halo salam kenal, saya blogger newbie dari Semarang (tepatnya Ungaran, hehe). postingannya bagus om, semoga next time saya bisa jalan-jalan ke Kudus juga…

    Like

  4. memang kadang warga lokal suka gengsi dan minder dengan potensi wisata di daerah sendiri, aku pun kadang juga begitu, tapi setelah ditelisik lebih lanjut dan bisa mengemas ceritanya menjadi menarik ya hasilnya akan mengikuti terutama saat ditulis di blog

    Liked by 1 person

Terima kasih sudah mampir di blog yang sederhana ini. Silahkan tinggalkan jejakmu di kolom komentar. Senang bisa berbagi pengalaman dengan kamu melalui blog ini. Salam Blogger :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s