Air Terjun Kedung Grenjeng Rembang, Jawa Tengah.

Opo Kek Blog– Beberapa bulan yang lalu saat membuka facebook muncul beberapa foto Air Terjun yang terpampang jelas di beranda seorang teman. Air Terjun Kedung Grenjeng RembangPenasaran dengan hal itu, sayapun menanyakannya. Usut punya usut, Air Terjun ini ternyata memang lagi gencar-gencarnya diberitakan di sosmed dan dunia nyata, mungkin juga di dunia gaib. Air Terjun tersebut dinamakan Air Terjun Kedung Grenjeng yang berada di Kota Rembang. Berawal dari foto tersebut sayapun tertarik dengan Air Terjun Kedung Grenjeng. Kebetulan waktu itu saya di rumah saudara yang berada di Rembang juga, jadi niat untuk segera ke lokasi Air Terjun kedung Grenjeng-pun semakin menggebu-gebu. Dan baru kali ini saya mendengar bahwa di rembang terdapat air terjun yang mempunyai aliran deras. Harus bersabar menunggu sinar matahari memunculkan cahayanya, karena waktu itu hari sudah gelap. Penampilannya yg menarik dan terlihat indah sangat disayangkan jika ke Rembanag tidak mampir ke tempat ini. Sebelum tidur, beberapa kali searching di google hanya sedikit gambar yang tampil. Mungkin karena belum banyak wisatawan yang meng-explore tempat ini.

Sendal

Pagi hari di kediaman saudara sudah berisik dengan ocehan-ocehan saya tentang air tejun tersebut. Sayapun merayu sepupu agar mau mengajak dan mengantarkan saya ke lokasi Air Terjun Kedung Grenjeng. Obrolan diselingi dengan canda tawa keluarga beserta saudara, tak sadar hari semakin siang sayapun bergegas menuju kamar mandi dan membersihkan badan hingga muncul aroma menyegarkan sehingga membuat orang tertarik mendekati saya *PLAKK*. Dengan menggunakan dua motor kami memacu laju kendaraan dengan hati-hati. Karena belum ada papan penunjuk jalan, kami sempat bingung dan sampailah di sebuah pertigaan yang sepertinya jalan menuju ke air terjun tersebut. Putra yang waktu itu sebagai GPS kami, ternyata lupa jalan menuju ke air terjun Kedung Grenjeng. Sambil mengingat-ingat jalan kamipun bertanya kepada warga sekitar.

“Permisi ibu, mau tanya, kalau jalan arah ke air terjun Kedung Grenjeng ke mana ya?” Tanya saya dengan nada lembut dan sopan.

“Dari sini lurus saja mas mentok” Jawab sang ibu.

Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada sang ibu yang telah memberi pencerahan. Kami menuju jalan yang ditunjukkan oleh ibu tersebut. Anehnya jalan tersebut buntu dan tak ada jalan lagi.

“Wah horor nih” sontak hati saya berkata.

Ada segerombolan anak muda yang merupakan warga setempat. Tak malu saya bertanya dengan gagah berani.

“Mas kalau jalan arah ke air terjun ke mana ya?”

“Ini mas jalannya, mas ganteng nanti lurus aja masuk ke ladang singkong dan ikuti jalan setapak bekas jalur motor.”

Serius masuk ladang singkong? Ok, karena saya lelaki tangguh jadi apapun tantangannya harus dilewati. Keadaan jalan yang licin akibat hujan beberapa hari yang lalu tidak membuat saya dan lima saudara menyerah begitu saja. Tetap fokus dan waspada dengan kondisi jalan yang seperti itu. Dengan tangguh kami melewatinya, dan sampailah di lahan yang sedikit lebar yang dijadikan oleh warga setempat sebagai lahan parkir.

“Ini aman mas parkir di sini?” tanya saya.

Mas tukang parkir dengan tegas meyakinkan kami bahwa parkir di tempat tersebut aman. Sempat curiga dengan mas-mas parkir yang bermuka mencurigakan (maaf suudzon). Dengan rasa ikhlas saya meninggalkan motor demi bertemu dengan air terjun Kedung Grenjeng. Kami harus berjalan kaki sekitar ± 1 km lagi untuk sampai di lokasi air terjun. Selama perjalanan, hamparan pemandangan ladang singkong dan pohon-pohon yang hijau serta bukit-bukit nun-jauh di sana menghiasi perjalanan kami. Sejuknya pemandangan kawasan air terjun membuat kami tak terasa capai walaupun harus jalan kaki. Setelah berjalan cukup lama, saya fikir akan langsung bisa melihat air terjun tersebut dari bawah, tapi ternyata tidak. Jalan yang kami lalui merupakan jalan atas air terjun (jalur Desa Jukung). Jadi melewati sungai aliran air terjun tersebut dan harus melangkah ke bawah untuk melihat air terjun Kedung Grenjeng. Melewati jalan setapak yang licin dan apa adanya, dengan hati-hati dan jalan cantik kami melangkah. Ada dua jalur untuk menuju lokasi air terjun kedung Grenjeng ini. Yang pertama lewat Desa Jukung dan yang ke dua bisa lewat Kantor kepolisian kecamatan Bulu, Rembang.

Air terjun Kedung Grenjeng berada di Dusun Coban, Desa Jukung, Kec. Bulu, Rembang, Jawa Tengah. Air terjun Kedung Grenjeng memiliki aliran air yang deras dengan tinggi tebing ± 7 m serta lebar ± 15 m. Sangat lebar untuk ukuran air terjun yang pernah saya ketahui. Waktu itu tak banyak orang yang datang ke sana. Selain karena belum banyak yang tahu, juga akses jalannya yang sedikit rumit karena tidak adanya papan penunjuk jalan yang memadahi. Menurut informasi yang saya dapatkan, saat ini Karang Taruna dan Pemdes setempat mulai memperlebar jalan untuk akses menuju air terjun tersebut. Tak hanya itu, rambu-rambu penunjuk jalan juga dipasang untuk memudahkan wisatawan berkunjung ke air terjun tersebut. Selain berwisata alam, ada juga yang berwisata religi dengan mengunjungi makam leluhur desa yang berada di sebelah air terjun Kedung Grenjeng.

Ramai-di-Air-Terjun-Kedung-Grenjeng

Semakin siang lokasi air terjun mulai ramai dikunjungi warga setempat, selain digunakan untuk berfoto, lokasi ini juga dimanfaatkan warga untuk ciblon atau renang gratis. Kubangan air yang lebar menjadikan wisatawan betah berlama-lama di lokasi tersebut. Rasa-rasanya ingin segera nyemplung dan bermain air bersama yang lain. Tapi saya cukup memotret saja dari pinggir dan melihat keseruan para wisatawan yang menikmati air terjun tersebut. Melihat keseruan para pengunjung dan saudara, tak terasa hari sudah siang dan saya beserta saudara harus kembali melanjutkan perjalanan untuk menuju ke tempat lain. Air terjun Kedung Grenjeng cukup recommended bagi pecinta air terjun dan fotografi. Yuk wisata ke Rembang, karena Rembang tak hanya punya museum, bangunan tua dan pantai loh.

Advertisements

20 thoughts on “Air Terjun Kedung Grenjeng Rembang, Jawa Tengah.

  1. Duh, bahkan saya ke Rembang pun belum pernah tapi sudah dikasih wisata alternatif begini :haha. Saya menikmati museum, bangunan tua, dan pantainya dulu deh kalau begitu Mas :hehe. Tapi, air terjun ini memang spektakuler! Lebarnya mengagumkan, tapi sepertinya cukup aman sampai-sampai orang bisa berdiri di sana dan berpose :hehe. (Aman dalam artian aliran airnya masih bisa ditoleransi… cuma mesti tetap hati-hati). Nice info!

    Like

  2. Oalah Sir, adoh adoh ning grojogan kok ora ciblon?
    Keren juga ini air terjun nya, lebar, meskipun kolamnya warnanya agak kecoklatan ya. Jalurnya yang mblusuk-mblusuk bikin acaranya lebih seru.

    Like

  3. Hmmm, emang bener air terjunnya fotogenik. Klo dipotret pakai slow speed bagus itu. Cocok juga buat main air. Apalagi dekat sama makam leluhur yang (semoga) ada aroma mistis-mistisnya, hahaha :D.

    Tapi mungkin beberapa bulan ke depan itu ladang singkong bakal ilang, jalan ke sana jadi di semen, dan makin ramai sama pengunjung di akhir pekan. Semoga saja nggak jadi banyak sampahnya…

    Like

  4. Rute peejalanan yg lengkapnya dong…. Bisa buat alternative yg bagus buat dolan. Tapi dari info di atas pake Mobil gak bisa ya…. Kalo Dr solo baik motor bisa 6 jam baru nyampe…..dan bakal di omeli istri ma anak karna pergi sendiri he…. he…..
    OK thanks atas infonya…

    Like

Terima kasih sudah mampir di blog yang sederhana ini. Silahkan tinggalkan jejakmu di kolom komentar. Senang bisa berbagi pengalaman dengan kamu melalui blog ini. Salam Blogger :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s