Goa Kreo Dan Bendungan Jatibarang Semarang. Dua Tempat Wisata Yang Tak Terpisahkan.

Opo Kek Blog – Danau atau Bendungan merupakan salah satu tempat favorit bagi anak-anak muda di zaman sekarang ini. Banyak terlihat muda-mudi yang sering mendatangi danau untuk bernostalgia bersama, ataupun sekedar menghilangkan rasa penat. Seperti yang pernah saya lihat saat berwisata di Goa Kreo yang berada satu lokasi dengan Bendungan Jatibarang Semarang.

Saya pun pernah melakukan hal yang sama bersama dengan kawan-kawan semasa masih duduk di bangku sekolah. Hal ini saya ulangi lagi dan bukan bersama mereka melainkan dengan seseorang yang membuat saya tersenyum dikala bersamanya. Aji? Bukan, Ucil? bukan juga, Winda? Bukaaan, atau Arya? bukan.

Goa Kreo adalah tujuan wisata saya saat ke Semarang bersamanya. Awalnya tak tahu kemana arah dan tujuan wisata kami, karena saat itu cuaca sangat tidak mendukung. Mencoba bertanya ke Mila untuk merekomendasikan tempat wisata yang cukup bisa dinikmati. Tentunya kami memilih alam sebagai tujuan wisata kami. Mila mengarahkan kami untuk mencoba suasana Goa Kreo dan Bendungan Jatibarang. Ok mulai berkemas. Kami siap siap menuju lokasi yang ditunjukkan oeh Mila. Agar tidak nyasar, kami ajak Mila untuk mengantarkan hingga lokasi wisata tersebut.

Sebelum berangkat, pagi itu suasana langit menangis seakan sedang tertimpa musibah yang sangat luar biasa dahsyatnya. Saya yang terdiam di hotel melihat ke luar kamar masih terlihat abu-abu. Badan rasanya tak ingin beranjak dari kamar dan bad cover yang menghangatkan tubuh ini. Sedangkan si dia sudah membangunkan saya melalui suara dering telfon yang nyaring sejak subuh.

Goa Kreo dan Bendungan Jatibarang merupakan dua tempat wisata yang tak terpisahakan. romantismenya bagaikan pasangan romeo dan juliet dalam dongeng. Lokasinya berada di Dukuh Talun Kacang, Desa Kandri, Kecamatan Mijen, Semarang, Jawa Tengah. Sangat mudah untuk menuju lokasi Goa Kreo yang merupakan petilasan Sunan Kalijaga itu.Β  Anda bisa meminta bantuan mesin pencari lokasi untuk menemukannya.

Seperti biasa, saya selalu menggunakan motor saat travelling. Oh ya, mungkin Anda belum kenal siapa yang saya ajak kali ini. Dia berparas cantik, islami dan hijabers. Arum namanya. Satu lagi Mila. Mungkin diantara Anda yang pernah baca postingan saya sebelumnya, sudah pernah membaca kata Mila di postingan itu. Ya dia adalah salah satu teman travelling saya dulu waktu masih bareng sama Ucil dan Winda. Ada yang masih ingat? tentu tidak ya hihihi πŸ˜€

Ok enough. balik lagi ke perjalanan wisata saya bareng dua cewek hijabers.

Beruntung hujan sudah reda walaupun sinar matahari masih malu-malu menampakkan diri akibat terlalu lama menangis. Memasuki area parkir, kami di hadang oleh penjaga tiket yang siap menodongkan tiket masuk lokasi Goa Kreo dan Bendungan Jatibarang. Cukup membayar Rp. 2.500,- /Orang kami sudah diijinkan masuk ke lokasi wisata tersebut. Tiket masuk yang bisa dibilang sangat murah. Untuk parkir sepeda motor hanya Rp. 1.000,- /Motor.

Kami harus menuruni anak tangga untuk menuju Goa yang berada diatas Bendungan Jati Barang itu. Kedatangan kami dan wisatawan lain disambut dengan kelucuan kera yang berkeliaran di sepanjang anak tangga sampai lokasi Goa Kreo. Tenang dan jangan khawatir karena kera di sini semuanya baik walaupun mereka liar. Banyak orang yang melemparkan makanan agar kera tersebut bertingkah lucu.

Sempat berhenti sejenak di jembatan yang menjadi icon Bendungan Jatibarang dan Goa Kreo. Sempatkan untuk mengabadikan foto cewek-cewek hijabers yang menemani saya. Walaupun cuaca mendung, pengunjung tempat wisata ini tetap ramai seperti semut yang berkumpul memperebutkan gula.

Arum (kerudung merah) dan Mila (kerudung pink)

Lanjut lagi hingga menemukan dua goa yang jaraknya saling berdekatan. Goa ini berukuran kecil dan sedang. Karena penasaran, saya mencoba masuk sendirian ke goa yang berukuran sedang. Sedangkan Mila dan Arum setia menunggu saya di luar goa. Semakin ke dalam, Goa ini semakin sempit. Saya fikir Goa ini bisa tembus hingga ujung, tapi dugaan saya salah. Bau pengap dan gelap pun menyelimuti isi Goa Kreo.

Masuk kurang dari 10 meter, saya melihat ada sebuah patung atau fosil harimau yang menyatu dengan tanah goa yang sedang tergeletak. Di sampingnya terdapat sesajen yang sudah mulai mengering. Saat saya mencoba menyentuh dan mengetuk harimau itu, suara ketukan terdengar nyaring seperti tulang yang di ketuk menggunakan kayu atau besi.

Saya kembali untuk keluar dari Goa. Uniknya dari tempat ini adalah banyaknya akar-akar pohon yang bergelantungan dan berada tepat di atas kepala kita. Banyak pengunjung yang sengaja berfoto di bawah akar dan dinding goa untuk mengabadikan bahwa mereka pernah ke Goa Kreo dan Bendungan Jatibarang. Tak hanya akar yang menjadi background foto, dinding Goa yang terdiri dari bebatuan menonjol dan unik pun jadi tempat ajang foto bareng.

Masih kurang puas dan penasaran dengan tempat ini, saya, Mila dan Arum mencoba memutari bukit tempat goa itu berada. Ada anak tangga yang menuju ke atas bukit. Penasaran dengan keadaan di atas bukit tersebut, akhirnya kami bertiga naik ke atas untuk memastikannya. Well, alhasil di sini hanya terlihat pohon-pohon dan tanah lapang seperti camping ground. Ada beberapa pohon yang tergeletak akibat penebangan yang dijadikan sebagai tempat duduk oleh para pengunjung untuk menikmati pemandangan alam berupa bentangan Bendungan Jatibarang dan bukit-bukit pegunungan Ungaran.

Saat kami berfoto, ada kera yang lucu. Kera ini bertingkah seperti manusia yang makan dan minum dengan snack atau minuman kemasan yang dibeli dari toko atau swalayan. Kera ini mengambil minuman botol dari salah satu pengunjung yang lengah dengan barang yang mereka bawa. Segera kera itu lari dengan membawa hasil rampokannya πŸ˜€ Naik ke atas pohon dan meminumnya dengan tenang dan puas. Sementara saya yang berada di bawah pohon tersebut, segera pergi dan kembali turun.

Seger gan, hasil rampokan πŸ˜€

Aku Galau diputusin pacarku

Note :

  • Tetap waspada dengan kera-kera yang ada di lokasi Goa Kreo.
  • Saat melewati anak tangga, usahakan jangan menyentuh bagian pegangan ataupun dindingnya. Di sini terdapat ranjau yang membuat anda agak sedikit mual saat tersentuh oleh ranjau tersebut.
  • Simpan makanan ringan atau minuman kemasan yang Anda bawa agar tidak dirampok oleh kera.
Advertisements

18 thoughts on “Goa Kreo Dan Bendungan Jatibarang Semarang. Dua Tempat Wisata Yang Tak Terpisahkan.

  1. Maksudnya ranjau itu kotoran kera ya Bro? :hehe.
    Tempat wisata yang murah meriah, tapi lengkap, ada wisata alam dan wisata sejarah. Bagus lho jembatannya, menambah daya tarik. Dua cewek berhijab itu juga ayu tenan #eaaa.
    Kera memang unik, bisa melakukan apa yang manusia lakukan. Enak betul kayaknya si kera yang minum sari jeruk itu :hihi.

    Like

  2. I am really impressed with your writing skills and also with the layout on your weblog.
    Is this a paid theme or did you customize it yourself? Anyway keep up the excellent quality writing,
    it is rare to see a nice blog like this one nowadays.

    Like

  3. Semoga saja bisa semakin banyak obyek wisata alam seperti ini. Semarang solo salatiga boyolali masih banyak tempat yg nature n bisa diekaplor lebih bagus. Contoh rawapening dst

    Like

Terima kasih sudah mampir di blog yang sederhana ini. Silahkan tinggalkan jejakmu di kolom komentar. Senang bisa berbagi pengalaman dengan kamu melalui blog ini. Salam Blogger :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s