Mengenal sejarah Masa Lampau Situs Patiayam di Museum Purbakala Kudus, Jawa Tengah

Replika Manusia Purba Homo Erectus

Opo Kek Blog – Belajar sambil berwisata memang menyenangkan, apalagi kalau bisa lihat dan memegang bentuk yang akan kita gunakan sebagai bahan belajar. Hal ini merupakan salah satu cara dari sebagian sekolah untuk mengenal sejarah masa lampau. Tak hanya dari sekolah, orang tua pun sekarang lebih pintar dalam mengajak anak-anak mereka untuk berwisata sambil belajar. Di zaman dewasa ini jarang sekali kita temukan orang-orang yang peduli ataupun ingin mengetahui tentang sejarah masa lampau.

Di Kudus belajar sambil berwisata bisa dilakukan di beberapa tempat. Museum Purbakala merupakan salah satu tempat yang dijadikan sebagai wahana berwisata sambil belajar mengenal sejarah masa lampau baik dari sekolah-sekolah maupun perorangan. Beragam benda-benda purbakala tersedia di museum ini sebagai bahanΒ  pengenalan tentang sejarah masa lampau Situs Patiayam.

Museum Purbakala Pati Ayam berlokasi di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Sangat mudah untuk menuju lokasi Museum ini. Dari pusat kota Kudus ambil arah Surabaya atau Pati. Setelah memasuki Kecamatan Jekulo pelankan kendaraan Anda dan lihat papan reklame Situs Patiayam yang berada di kiri jalan.Β  Masuk ke pertigaan kira-kira 300 m dari jalan raya Kudus-Pati. Lokasi Museum Purbakala ini berada di kiri jalan.


Sekilas tentang Situs Patiayam

Situs Patiayam merupakan salah satu situs manusia purba yang berlangsung kala plestosen yaitu antara 10.000 – 1 juta tahun yang lalu. Indikasi adanya kehidupan manusia beserta fauna pada masa itu setelah diperoleh fosil sisa bagian-bagian tubuhnya.

Fakta telah terbukti bahwa fauna jawa kini banyak yang telah punah, terutama fauna-fauna besar. Kepunahan lebih banyak disebabkan karena habitat mereka terdesak oleh species manusia, kalah bersaing dengan manusia, bahkan mereka diburu dan dikonsumsi manusia tanpa ada upaya untuk konservasi atau pembudidayaan. Contohnya adalah Stegodon trigonocephalus yang telah punah atau tidak ada generasi berikutnya seperti yang ada di Museum purbakala Patiayam.

Di Patiayam ribuan fragmen fosil Vertebrata ditemukan, beberapa diantaranya dapat direkonstruksi dan beberapa bagiannya dapat diidentifikasi jenisnya. Di Patiayam ada beberapa fosil binatang yang sudah diketahui jenisnya. Ada tiga kelompok fauna yang ditemukan dan dikelompokkan berdasarkan habitatnya, antara lain :

Fosil Kepala Banteng

1. Fauna yang bisa hidup pada daerah berhutan terbuka :

Bos (Buballus) Paleokarabau vK. (Kerbau purba)

  • Bos (Bibbos) Paleosondaicus (Banteng Purba)
  • Cervus Zwaani (Rusa)
  • Cervus Javanicus (Rusa Jawa)
  • Muntiacus Muntjak (Kijang)
  • Dubaisia Santeng (Antelop Jawa)
  • Panthera Tigris (Harimau)

Fosil Buaya dan Kura-kura

2. Fauna yang hidup di hutan lebat dan basah (Tropivcal Rain Forest) seperti :

  • Stegodon Trigonocephalus (Gajah Purba).
  • Elephas sp. (Gajah).
  • Rinocheros Sondaicus (Badak Jawa).
  • Sus Brachygnathus (Babi).

3. Fauna yang bias hidup dalam air, seperti :

  • Hexaprotodon Sivalensis (Kudanil).
  • Cheloniidae (kura-kura).
  • Croccodyllus Osifragus Buaya Muara).
  • Croccodyllus Gavialus (buaya Ssungai).

Kehadiran manusia di Patiayam ditunjukkan dengan ditemukannya gigi geraham dan fragmen atap tengkorak milik Homo erectus pada tahun 1978 oleh Sartono.

Sumber : Museum Purbakala Patiayam, Kudus, Jawa Tengah.


 

Di tempat ini saya bisa mengenal beberapa hewan ataupun manusia purba yang pernah hidup di kota kelahiran saya. Di Museum Purbakala Patiayam Kudus terdapat beberapa fosil yang masih disimpan di gudang penyimpanan fosil dan tidak untuk umum. Beruntung waktu itu saya diperbolehkan oleh petugas untuk melihat fosil-fosil yang belum di publikasikan dengan alasan masih dalam penelitian dan ruangan museum kurang cukup untuk menampung semua fosil-fosil yang telah ditemukan.

Fosil Gading Gajah yang disimpan di gudang

Fosil yang disimpan di dalam gudang

Hewan purba yang ditemukan di Patiayam salah satunya adalah Stegodhon Trigonocephalus. Gajah ini merupakan Gajah Purba terbesar menurut peneliti dari Sangiran dan peneliti dari Badan Arkeologi Yogyakarta. Keterangan tersebut saya peroleh saat wawancara dengan Tim Pelestari atau petugas Museum Situs Patiayam. Panjang gading gajah purba itu sendiri sekitar 3,7 m, sudah bisa dibayangkan bukan betapa panjangnya gading gajah purba itu?

Gading Stegodhon Trigonocephalus

Replika Stegodhon Trigonocephalus

Museum Purbakala Situs Patiayam sangat terjaga kebersihannya. Baik ruangannya maupun fosil-fosil yang di pajang dalam etalase. Fosil-fosil yang telah ditemukan dibersihkan secara berkala, yakni seminggu sekali dibersihkan oleh petugas atau tim pelestari situs patiayam. Nggak nyesel deh bisa berwisata sambil belajar mengenal sejarah purba masa lampau.

Ruangan Museum Purbakala Patiayam

Tak hanya hewan purba yang dtemukan di Patiayam, ada juga manusia purba modern yang lebih dikkenal dengan Homo Erectus. Ini semua dibuktikan dengan ditemukannya gigi geraham dan kapak genggam yang digunakan oleh manusia purba pada masa itu. Tak hanya itu, ada juga tempurung kepala manusia purba yang masih disimpan di gudang penyimpanan karena masih dalam penelitian menurut tim pelestari situs patiayam.

Tempurung kepala Manusia Purba Homo Erectus yang disimpan di gudang

Kapak Genggam

Saat di dalam museum, pandangan saya terarah ke salah satu sudut ruangan museum ini. Ada fosil yang masih terbungkus oleh tanah. Saat saya menanyakan tentang keaslian fosil ini, petugas ataupun tim pelestari Patiayam menjelaskan bahwa itu hanya replika dan yang asli masih berada diatas bukit tepatnya dibawah gardu pandang sekitar 1 Km dari Museum Purbakala. Saya penasaran dengan fosil yang belum diangkat dan masih berada di bukit. Untuk melawan rasa penasaran, saya dan Aji menyambangi fosil yang masih berada di bukit itu. Benar adanya dan memang mirip dengan replikanya yang berada di dalam museum. Hampir tak ada perbedaan bentuk ataupun warna antara yang asli dan yang replika.

Replika fosil yang belum diangkat

Fosil asli yang belum diangkat

Awalnya saya berfikir kemungkinan yang tertarik dengan museum purbakala hanya beberapa orang. Dugaan saya ternyata salah. Menurut petugas atau tim pelestari situs patiayam tiga bulan terakhir ini pengunjung Museum Purbakala Situs Patiayam mencapai 1000 lebih. Wow lumayan banyak juga.

Cukup menyenangkan bisa berwisata sambil belajar di Museum Purbakala Patiayam. Itulah beberapa foto yang bisa saya ambil. Untuk lebih lengkapnya lihat langsung ke lokasi ya #hihihi. Anda tertarik untuk mengenal sejarah Situs Patiayam. Datang saja langsung ke Museum Purbakala Patiayam Kudus. Selamat berwisata πŸ˜€

Note :

  • Untuk mengetahui jejak tentang situs Patiayam anda bisa menghubungi Bapak. Ari Mustaqim (Tim Pelestari Situs Patiayam) melalui no. Handphonenya di 085229771710

Thank’s To :

  • Aji, Sohib saya yang paling baik πŸ™‚
  • Petugas Museum Purbakala Patiayam atas waktu dan ijinnya untuk melihat fosil-fosil yang di gudang.
Advertisements

21 thoughts on “Mengenal sejarah Masa Lampau Situs Patiayam di Museum Purbakala Kudus, Jawa Tengah

  1. Oalah masuk Jekulo thoh? Ga jauh dari Pati nek ngunu… Alhamdulillah habis baca ulasannya mas Fahmi Anhar waktu situs ini masih di bangunan lama, trus ada langkah serius jadinya dibuat bangunan baru lebih rapi dan bersih. Semoga terawat dan banyak yang berkunjung πŸ™‚

    Like

  2. Seru berkunjung ke situs purbakala patiayam sekaligus untuk memenuhi tugas sejarah di sekolahan ,, bisa sambil belajar dan berselfie ria πŸ˜€ saya tadi pagi baru saja kesana πŸ™‚ trnyata prjalanannya sngat mnyenangkan πŸ˜€

    Like

Terima kasih sudah mampir di blog yang sederhana ini. Silahkan tinggalkan jejakmu di kolom komentar. Senang bisa berbagi pengalaman dengan kamu melalui blog ini. Salam Blogger :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s