Taman Mangrove Morosari Demak, Jawa tengah

DSCN4670

Opo Kek Blog – Kota Demak yang terkenal dengan Masjid Agungnya dan buah jambu yang manis itu mempunyai beberapa tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Salah satunya adalah Taman mangrove Morosari.

Mungkin belum banyak orang tahu tentang keberadaan Taman Mangrove yang begitu bagus di kota Wali ini. Lokasi Taman Mangrove Morosari tidak terlalu jauh dari jalan raya Demak-Semarang tepatnya di desa bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Ada yang sudah pernah kesana? pastinya ada ya 🙂

Minggu lalu saya berkesempatan mengunjungi Taman Mangrove tersebut bersama Aji dan tiga temannya (Mas Hadi, Mas Ayip & Pacarnya). Tujuan berwisata ke Demak merupakan salah satu rekomendasi dari Aji. Aji sendiri merekomendasikan untuk mengunjungi Taman Mangrove Morosari sekitar 2 bulan yang lalu. Agar tidak kecewa dengan suasana dan kondisi tempat wisata tersebut, saya-pun  mencari informasi tentang keberadaan dan suasana Taman Mangrove itu sebelum akhirnya memutuskan untuk cabut ke lokasi. Setelah mendapatkan informasi tentang Taman Mangrove tersebut, saya sangat tertarik dan ingin segera menuju lokasi.

Awalnya kami hanya berdua berangkat menggunakan motor dari kota Kudus sekitar pukul 11.00 WIB. Kala itu suhu udara mencapai 39 derajat celcius. Bayangin aja tuh betapa panasnya suhu udara pada waktu itu (urasan lo kak hihihihihi). Beberapa kali kami mencoba menghubungi Umam (Salah satu penghuni Kota Demak) yang tahu keberadaan Taman mangrove Morosari melalui BBM. Beruntung Umam segera membalas dan menunjukkan arah menuju lokasi Taman Mangrove Morosari tersebut. Sementara itu ketiga teman Aji (Mas Hadi, Mas Ayip & Pacarnya) sudah menunggu kami di tempat kerjanya yang berlokasi di Demak Kota. Kami berdua menuju ke sana dan akhirnya kami lanjutkan perjalanan ke Taman Mangrove Morosari.

Untuk menuju lokasi Taman Mangrove kami harus melewati jalan yang  rusak dan berbatu. Karena penjelasan Umam tentang jalur menuju lokasi kurang jelas, kami mencoba bertanya kepada warga. Saat kami menanyakan tentang Taman Mangrove ini mereka malah menjawab kalau Taman Mangrove itu jalan arah menuju makam seorang Ulama’. Kami kembali menegaskan kepada orang itu bahwa tujuan kami adalah ke Taman Mangrove Morosari bukan ke makam. Warga tersebut kembali menegaskan bahwa itu adalah jalan menuju makam seorang Ulama’. Tanpa banyak tanya lagi, kami langsung cabut menuju ke sana sesuai arah yang di tunjukkan orang tersebut.

Setelah melewati jalan rusak yang cukup panjang, kami harus melewati jalan kecil di tengah laut yang menuju ke Taman Mangrove tersebut. Agak sedikit miris si ketika melewati jalan di tengah laut ini. Selain sempit, ada beberapa track miring sehingga membuat saya semakin ngeri.

Sampai di lokasi kami lihat ada beberapa papan larangan yang harus kita patuhi di tempat ini. Eits jangan berani-berani melanggar aturan di sini ya atau kalian akan di marahi oleh bapak-bapak penjaga yang sering patroli di lokasi ini. Untuk masuk ke Taman mangrove Morosari kita tidak di bebankan untuk membayar retribusi. Cukup membayar uang parkir saja Rp. 2000,- per motor (Murah kaaaan?). Berhubung kami membawa kamera, kami harus membayar retribusi Rp. 25.000,- karena memang sudah peraturannya seperti itu. Menurut seorang penjaga, jika mau mengambil gambar menggunakan kamera kita wajib membayar retribusi. Tetapi jika mengambil gambar dengan menggunakan kamera ponsel maka tidak di tarik retribusi alias gratis.

Suasana di Taman mangrove ini begitu Adem dan sejuk banget. Tak hanya itu Taman Mangrove ini juga di penuhi dengan satwa liar seperti burung bangau putih dan hitam. Ada juga beberapa perahu kecil yang bergoyang-goyang terkena ombak laut.

“Dulunya di Taman Mangrove ini ada kampung kecil (tutur kata seorang warga atau penjaga Taman Mangrove). Sekitar tahun 2009 kampung ini terendam air laut akibat abrasi. Itu semua terbukti dengan adanya sebuah bangunan masjid yang masih berdiri kokoh walaupun sudah terendam air dan lumpur. Di sini hanya ada beberapa warga yang masih menghuni kampung ini termasuk para penjaga Taman Mangrove.”

Awalnya kami tidak tahu bahwa di ujung Taman mangrove ini terdapat makam Ulama’ yakni makam Syeh Abdullah Mudzakir. Makam ini memang berada di tengah laut seperti yang dikatakan warga saat kami menanyakan arah jalan  menuju lokasi Taman Mangrove ini. Untuk menuju makam Syekh Abdullah Mudzakir, kita harus melewati jembatan kayu di tengah laut. Kami tidak meuju ke makam tersebut karena tujuan awal kami hanya untuk menikmati Taman Mangrove Morosari ini.

 

 Note : Maaf tidak menampilkan foto makam karena tidak boleh mengambil gambar makam.

Advertisements

32 thoughts on “Taman Mangrove Morosari Demak, Jawa tengah

  1. Ehh kenapa biaya retribusi kamera mahal? Bawa DSLR mungkin nggak rugi, kalo cuma bawa pocket biasa ya eman ya >.<
    Masih pnasaran kenapa nggak boleh gandengan tangan di sana, apa yang jaga jomblo trus sirik dengan orang gandengan ya? #ngarang hehehe

    Like

    • hahahahaha iya mungkin mas.. Kata salah satu penjaga di sana bilangnya

      “kita harus menjaga kesopanan di sini karena tempat ini jembatan menuju makam Syeh Abdullah Mudzakir dan banyak orang yang berziarah kesana. Katanya nggak etis kalau banyak orang gandengan dan takutnya nanti tempat itu di cap sebagai tempat orang pacaran dan sebagainya”

      Like

    • Untuk ancer-ancernya bisa pakai GPS.
      Misal sampean dari Semarang, ambil arah Demak. Luru saja nanti ada jembatan tepatnya di daerah Sayung, Demak, lihat kiri jalan ada gapura yang di atasnya bertuliskan “Selamat Datang di Pantai Morosari” sampean nanti belok kiri masuk ke arah Pantai Morosari. sekitar 1 km lihat kanan jalan nanti ada jembatan besar, sampean ambil kanan lurus saja sekitar 300 m nanti belok kiri. Kalau masih kurang paham nanti bisa tanya ke warga setempat.

      Like

Terima kasih sudah mampir di blog yang sederhana ini. Silahkan tinggalkan jejakmu di kolom komentar. Senang bisa berbagi pengalaman dengan kamu melalui blog ini. Salam Blogger :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s