Kirab Budaya Peringati HUT Kota Kudus ke 465, Ini Ceritaku

Opo Kek Blog – Untuk memperingati hari jadi kota Kudus yang ke 465, Pemkab Kudus kembali mengadakan Kirab Budaya. Event ini merupakan agenda tahunan Pemkab Kudus. Perayaan HUT Kota Kudus yang ke 465 tahun ini tak kalah ramainya dengan tahun-tahun kemarin. Agenda tahunan yang diadakan oleh Pemkab Kudus ini merupakan suatu hiburan yang sangat mearik perhatian masyarakat Kudus khusunya dan masyarakat sekitar Kudus umumnya. Kirab Budaya merupakan puncak acara perayaan HUT Kota Kudus yang ke 465 setelah acara-acara lain yang diadakan oleh Pemkab Kudus.

Pukul 12.00 WIB peserta Kirab Budaya sudah mulai memasuki area Menara Kudus yang dijadikan sebagai tempat awal di mulainya Event ini. Tahun ini memang berbeda dengan tahun kemarin, start awal tahun ini diadakan di Menara kudus dengan membawa pusaka yang akan dibawa oleh sejumlah pejabat tinggi Kudus menuju ke Pendopo Kabupaten. Prosesi itu melambangkan perpindahan kekuasaan kasunanan ke pemerintahan kadipaten dengan diikuti oleh prajurit-prajurit yang berseragam ala kerajaan. Panasnya sinar matahari yang membakar kulit tak membuat peserta bermalas-malasan. Siang hari ketika saya melewati Jalan sekitar Menara Kudus, peserta sudah ada yang berjajar rapi dan ada juga yang masih berteduh di depan ruko sebelum akhirnya Kirab Budaya ini dimulai. Pandangan saya mengarah ke dua orang (laki-laki, perempuan) yang bersorban dan berkerudung putih di atas andong dengan dihiasi aneka hiasan warna-warni. Mereka terlihat seperti sepasang pengantin arab yang hendak diarak. Melihat prajurit yang berseragam ala kerajaan lengkap dengan atributnya, membuat area Menara Kudus seperti kembali ke masa lalu. Peserta yang mengikuti Kirab Budaya ini diantaranya adalah  Pelajar SMP, SMA dan umum.

Persiapan peserta Kirab Budaya sebelum di mulai

Prajurit Kerajaan

Berdasarkan info yang saya dapatkan, Sekitar pukul 13.00 WIB acara dimulai tepat di depan halaman Menara Kudus. Berhubung waktu itu saya masih terikat dengan pekerjaan, sayapun tidak bisa melihat langsung awal di mulainya Kirab Budaya ini. Menyesal, rasa ingin kabur dari tempat kerja, ingin ijin tapi tidak berani akhirnya pasrah sudah dan terima nasib tidak bisa melihat awal prosesi pembawaan Pusaka dari Menara kudus yang akan di serahkan kepada bupati kudus di depan Pendopo Kudus (sakitnya tu di sini #nunjuk dengkul).  Jalan menuju pusat kota banyak yang ditutup demi kelancaran event ini. Beruntung masih ada jalan menuju kantor saya. Banyak orang brseliweran depan kantor untuk melihat Kirab Budaya ini karena memang lokasi kantor saya dekat dengan Menara Kudus (Ngiri sama mereka….  cup cup cup).

Selesai kerja sekitar pukul 16.00 WIB Aji (teman saya) menjemput saya yang sebelumnya sudah janjian untuk pulang cepat agar bisa melihat Kirab Budaya. Beruntung dia cepat datang dan kami berdua langsung cabut menuju alun-alun kudus sebagai lokasi finishnya Kirab Budaya ini berlangsung. Tidak seperti yang saya fikirkan, ternyata jalanan sudah sesak mulai dari Jl. Sunan Kudus. Akhirnya kami berdua mencari jalan alternatif mengikuti orang-orang yang juga ingin melihat event ini lebih dekat. Saya fikir dengan lewat jalan alternatif atau jalan tikus, kami berdua bisa cepat sampai di alun-alun Kudus tapi ternyata sama saja. Sebetulnya pusat kemacetan itu sudah dekat dengan alun-alun. jaraknya sekitar 100 m dari alun-alun. Berhubung macet, jadi kami mencari jalan lain. Inging rasanya jalan kaki tapi tidak mungkin saya tega meninggalkan Aji.

Bersyukur bisa sampai alun-alun dan bisa melihat langsung atraksi-atraksi yang ditunjukkan oleh peserta Kirab Budaya. Ribuan orang sudah memadati depan panggung penghormatan dimana di tempat itu dijadikan tempat menunjukkan kebolehan mereka. Peserta di tuntut untuk menunjukkan kebolehan mereka tujuannya agar masyarakat tahu bahwa Kudus mempunyai banyak keanekaragaman budaya. Di sini terlihat ribuan orang memadati kawasan alun-alun yang mungkin sejak dari tadi siang. Tidak hanya masyarakat Kudus yang menjadi peserta Kirab Budaya. Ada juga yang dari luar kota yakni Personil Yon Arhanudse 15 Kodam IV Diponegoro Semarang yang menampilkan pertunjukan barongsai dan lean-leong.

Untuk bisa melihat lebih dekat, saya dan Aji berusaha mendekat ke depan panggung berdesak-desakan dengan penonton lain yang sejak siang sudah memadati kawasan alun-alun ini. Satu lagi yang menarik dari Kirab Budaya tahun ini. Salah satu group peserta yang membuat penonton berteriak menggoda yakni IWAKU (Ikatan Waria Kudus). Mereka berpenampilan ala pengantin menggunakan pakaian adat jawa, ada juga yang memakai pakaian adat Kudus. Tak sedikit orang mengambil gambar menggunakan kamera ponsel mereka saat Kirab Budaya ini berlangsung. IWAKU merupakan peserta terakhir dalam Kirab Budaya tahun ini.

Advertisements

Terima kasih sudah mampir di blog yang sederhana ini. Silahkan tinggalkan jejakmu di kolom komentar. Senang bisa berbagi pengalaman dengan kamu melalui blog ini. Salam Blogger :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s